Tuesday, July 31, 2018





Nama Resmi                : Hsi-chia-p'o Kung-ho-kuo (Cina Mandarin); Republik
                                       Singapura    (Melayu); Singapore Kudiyarasu (Tamil),
                                       Republic of Singapore (Inggris).
Motto                          : “Majulah Singapura” (Bahasa Melayu)
Lagu Kebangsaan       : Majulah Singapura
Ibu Kota                      : Singapore (1°17′N 103°50′E / 1.283°LU 103.833°BT)
Bahasa                         : Mandarin, Inggris(Utama), Melayu (Nasional), Tamil
Agama                         : Buddha, Islam, Hindu, Atheis, Kristen, Katolik, dan
                                      lainnya.
Aksara                         : Huruf Latin, Cina Disederhanakan, Huruf Tamil
Pembentukan              :
*        Didirikan : 29 Januari 1819
*        Pemerintahan Mndiri : 3 Juni 1959
*        Merdeka dari Britania Raya : 31 Agustus 1963
*        Bergabung dengan Malaysia : 16 September 1963
*        Berpisah dengan Malaysia: 9 Agustus 1965
Luas Wilayah              : 710,2 km2.
Jumlah Penduduk       : 5.076.700 jiwa (2010)
Pendapatan/kapita       : $52.839
Mata uang                   : Dolar Singapura (SG$)
Zona waktu                 : GMT+8 (=WITA)


Singapura adalah salah satu republik di Asia Tenggara dan anggota Persemakmuran, yang mencakup sekelompok pulau, dengan Pulau Singapura sebagai pulau terbesar. Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. Singapura adalah pusat keuangan terdepan keempat di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.
Lokasi negara ini yang strategis, fasilitas infrastrukturnya yang berkembang pesat, kontras budayanya yang memesona, serta atraksi wisatanya, semua berkontribusi terhadap kesuksesannya menjadi daerah tujuan unggulan baik untuk bisnis maupun wisata.
Singapura memiliki sejarah imigrasi yang panjang. Penduduknya yang beragam berjumlah 5 juta jiwa, terdiri dari Cina, Melayu, India, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid. 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana. Pekerja asing membentuk 50% dari sektor jasa.Negara ini adalah yang terpadat kedua di dunia setelah Monako. A.T. Kearney menyebut Singapura sebagai negara paling terglobalisasi di dunia dalam Indeks Globalisasi tahun 2006.
Sebelum merdeka tahun 1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam dengan PDB per kapita $511, tertinggi ketiga di Asia Timur pada saat itu. Setelah merdeka, investasi asing langsung dan usaha pemerintah untuk industrialisasi berdasarkan rencana bekas Deputi Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk ekonomi Singapura saat ini.
Economist Intelligence Unit dalam "Indeks Kualitas Hidup" menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia. Singapura memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia. Negara ini juga memiliki angkatan bersenjata yang maju.
Setelah PDB-nya berkurang -6.8% pada kuartal ke-4 tahun 2009, Singapura mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17.9% pada pertengahan pertama 2010.



   ETIMOLOGI
Dahulu, Singapura bernama 'Tumasik' yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'seperti laut'. Nama Singapura berasal dari bahasa Melayu (Sanskritसिंहपुर "Kota Singa"). Singapura kadang dijuluki sebagai Kota Singa. Negara ini diberi nama Singapura karena anak penguasa Melayu Palembang, Sang Nila Utama, pergi ke pulau Tumasik. Saat d i sana, dia melihat hewan yang dianggapnya adalah seekor singa. Lalu dia mempunyai ide untuk membuat sebuah kota di pulau Tumasik yang dinamakan Singapura. Studi sejarah membuktikan bahwa singa kemungkinan tidak pernah ada di pulau itu, makluk yang dilihat oleh Sang Nila Utama, pendiri dan pemberi nama Singapura, bisa jadi seekor harimau.

 GEOGRAFI SINGAPURA

Singapura terletak di kawasan Asia Tenggara tepatnya di antara Malaysia dan Indonesia di selatan Semenanjung Malaka. Letak Singapura sangat strategis karena terletak di jalur silang pelayaran internasional. Letak geografis Singapura adalah 1°22’N, 103°48’E.
Singapura terdiri dari 63 pulau dan yang terbesar adalah pulau Ujong (biasanya disebut 'pulau Singapura'). Di sebelah utara Singapura terdapat dua jembatan menuju Johor, Malaysia. Luas Singapura sekitar 697 km2 dan negara terluas ke-192 di dunia. Titik tertinggi negara Singapura terletak di Bukit Timah Hill dengan ketinggian 166 m. Hampir dua pertiga wilayah Singapura memiliki ketinggian kurang dari 15 meter di atas permukaan laut.
Singapura berbentuk sebuah ketupat. Tanahnya rendah dan bergelombang, dengan beberapa bukit di sebelah barat laut dan daerah berawa-rawa di sebelah barat daya. Sungai-sungai kecil dan pendek mengalir dari daerah perbukitan ke pantai, kecuali di sebelah selatan. Di sebelah selatan, Singapura memiliki pelabuhan akan yang terlindung oleh dua pulau lepas pantai.
Singapura terletak kira-kira 130 km di utara garis khatulistiwa. Suhu rata-rata tercatat 26^o C, dengan pergeseran hanya sekitar 1,4^o C. meskipun demikian, negeri ini mengalami tiga musim yang berbeda satu sama lain: musim hujan yang sejuk (November-Maret) mempunyai hubungan dengan angin musim timur laut, musim kemarau yang panas (April-September) mempunyai hubungan dengan angin musim barat daya, musim pancaroba (September-November) diwarnai oleh perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Curah hujan rata-rata 2.500 mm per tahun.
Singapura memiliki banyak proyek reklamasi tanah dengan tanah diperoleh dari bukit, dasar laut, dan negara tetangga. Hasilnya, daratan Singapura meluas dari 581,5 km2 (224.5 mil²) pada 1960-an menjadi 704 km2 (271.8 mil²) pada hari ini, dan akan meluas lagi hingga 100 km2 (38.6 mil²) pada 2030. Proyek ini kadang mengharuskan beberapa pulau kecil digabungkan melalui reklamasi tanah untuk membentuk pulau-pulau besar dan berguna, contohnya Pulau Jurong.

Letak, Luas, dan Batas Wilayah
Singapura terletak di selatan Semenanjung Malaysia, yang dipisahkan oleh Selat Johor. Wilayah negara secara astronomis terletak di antara 10°15’LU – 1°26’LU dan 103°40’BT – 104°BT. Luas wilayah Singapura kurang lebih 622 km², sedangkan batas-batas wilayahnya sebagai berikut :
1.    Sebelah utara          :           Selat Johor
2.    Sebelah timur         :           Selat Singapura
3.    Sebelah selatan       :           Selat Singapura
4.    Sebelah barat          :           Selat Malaka dan Selat Johor
 Bentang Alam
Satu-satunya pulau utama di Singapura, adalah Pulau Singapura yang dikelilingi oleh sekitar 50 pulau kecil. Pulau-pulau kecil tersebut, antara lain Pulau Tekong Besar, Pulau Ubin, Pulau Sentosa, Pulau Ayer Chawan, Pulau Brani, dan sebagainya.
Secara garis besar bentang alam atau relief Singapura dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
1.    Bagian timur berupa daratan rendah yang berawa-rawa.
2.    Bagian barat berupa perbukitan dan lembah sungai.
3.    Bagian tengah merupakan perbukitan dangan empat puncak bukit, yaitu Bukit Timah, Bukit Panjang, Bukit Mandai, dan Bukit Kalang.Sungai di Singapura pendek-pendek dan bermata air di bukit-bukit, contohhnya sungai Singapura, Sungai Kalang, Sungai Serangon, dan Sungai Kranji.

   Iklim dan Musim
Dalam sistem klasifikasi iklim Köppen, Singapura memiliki iklim tropik khatulistiwa tanpa musim yang nyata berbeda, kesamaan suhu, kelembapan tinggi, dan curah hujan yang melimpah. Suhu berkisar antara 22 hingga 34 °C (71,6 to 93,2 °F). Rata-rata kelembapan relatif berkisar antara 90% di pagi hari dan 60% di sore hari. Pada cuaca hujan yang berkepanjangan, kelembapan relatif dapat mencapai 100%. Suhu terendah dan tertinggi yang tercatat dalam sejarah maritim Singapura adalah 194 °C (381.2 °F) dan 358 °C (676.4 °F).
Bulan Mei dan Juni merupakan bulan terpanas, sedangkan November dan Desember merupakan musim muson basah. Dari bulan Agustus hingga Oktober, seringkali terdapat kabut, terkadang cukup mengganggu hingga pemerintah mengeluarkan peringatan kesehatan kepada publik, hal ini disebabkan oleh kebakaran semak-belukar di negara tetangganya, Indonesia. Singapura tidak menggunakan waktu musim panas atau perubahan zona waktu musim panas. Jarak waktu hari hampir sama sepanjang tahun dikarenakan letak Singapura yang berdekatan dengan garis khatulistiwa.
Sekitar 23% daratan Singapura terdiri dari hutan dan cagar alam. Urbanisasi telah menghapus banyak daerah yang dulunya merupakan hutan hujan utama, tinggal menyisakan wilayah utama di daerah Bukit Timah Nature Reserve. Berbagai taman telah dijaga, seperti Singapore Botanic Gardens.

   Flora dan Fauna


A.      Flora
Berbagai macam flora dapat ditemukan di Singapura . Bukit Timah Nature Reserve dan bagian dari Central Catchment Nature Reserve pelabuhan vegetasi utama , sehingga dianggap sebagai daerah yang signifikan dari hutan primer yang tersisa di negara itu . Di Bukit Timah berdiam salah satu keluarga pohon dominan Dipterocarpacea , kayu keras tropis kayu yang tumbuh hingga 40 meter . Seraya (Shorea curtisii ) dianggap pohon ciri khas hutan bukit di pterocarpaceae pesisir .

Dalam pantai utara di Kranji , Sungei Loyang dan Sungei Tampines dekat Pasir Ris , di patch di Woodlands dan Seletar dan beberapa pulau-pulau lepas pantai lainnya adalah hutan mangrove . Sungei Buhol Nature Park dan Pasir Risiko Taman adalah dua bidang utama hutan mangrove . Pohon bakau yang bisa dilihat sepanjang pantai adalah keluarga Avicenniaceae seperti Api Api Putih , Api Api Ludat dan Rhizophora seperti Tumu dan Bakau Putih . Berembang ( Sonneratia caseolaris ) , spesies pohon hanya dapat ditemukan di Sungei Seletar dan Woodlands hal ini terkait dengan kunang-kunang dan mampu mentolerir kondisi air tawar . Beberapa spesies tanaman bakau terlihat di Singapura adalah akar tanaman , pneumatophores , pakis bakau ( Acrostichum speciosum ) , cedar bakau ( Xylocarpus moluccensis ) dan Putat laut .

Ada juga spesies langka tanaman mangrove di Singapura termasuk bakau hitam ( Bruguiera gymnorhiza ) , memacu bakau ( Ceriops tagal ) , bakau susu ( Excoecaria agallocha ) , mencari bakau kaca ( Heritiera littoralis ) dan palm bakau ( Nypa fruticans ) . Pesisir Singapura adalah rumah bagi flora khas dari tanaman merambat , rumput , teki tahunan dan pohon . Berbagai jenis rumput laut semua terwakili di sepanjang perairan pantai .

Sejumlah kawasan hutan di Singapura ditutupi dengan vegetasi sekunder yang diregenerasikan dari daerah-daerah yang dibuka untuk budidaya . Spesies eksotik terhubung ke Prangipani , Lantana dan Boungainvillea juga ditemukan di daerah tersebut . Banyak pohon yang ditanam oleh Taman Nasional adalah spesies seperti Angasa ( Pterocarpus indicus ) , Liar Cinnamon ( Cinnamomum iners ) , hujan pohon ( Samanea saman ) dan Yellow Api ( Peltophorum pterocarpum ) diimpor .

Singapura memiliki lebih dari 3000 spesies anggrek termasuk bunga nasional Singapura Vanda Nona Joaquim bunga . Spesies lain dari anggrek yang terlihat di negara ini termasuk Arachnis ( bunga berbentuk kalajengking ) , Eugenia grandis ( bunga kuning krem ) , macan tutul anggrek , anggrek biarawati ( dengan bibir berwarna merah) dan anggrek tanah .
B.       Fauna
Singapura memiliki sekitar 80 spesies mamalia , 300 jenis burung , 110 reptil dan amfibi dan sekitar 600 spesies ikan air tawar . Sebagian besar hewan dibatasi untuk Cadangan Alam dan daerah berhutan seperti Pulau Ubin dan Pulau Teking . Bukit Timah rumah sendiri adalah 160 spesies hewan . Serangga hidup berlimpah, ada sekitar 73.000 serangga terlihat di daerah termasuk kupu-kupu seperti umum Posy, laba-laba , inch - panjang Giant Forest Ant, dan rayap. Beberapa hewan tinggal di daerah tersebut Tokek ; Black- berjenggot Terbang Lizard ; ular reticulated python seperti surga dan pohon ular ; burung seperti garis-garis tit - pengicau , zaitun bersayap Bulbul , peri Bluebird dan Racket - tailed Dorongo ; mamalia seperti tikus kesturi Umum Pohon ( Tupaia Glis ferruginea ) , Malayan Terbang lemur ( cynocephalus variegates ) , Malayan Anteater ( Manis javanica ) , dan Kera ekor panjang .

Hewan yang hidup di sepanjang pantai , kolam , waduk dan sungai didominasi oleh ikan , katak , kodok , udang , dan air bug . Ada juga jenis kepiting air tawar dimana tiga diantaranya endemik termasuk Johnson ' Freshwater Crab yang kira-kira berukuran 3 cm di carapace . Berbagai teritip , lumpur - lobster , lumpur - nakhoda dan siput juga ditemukan di sepanjang pantai .
Hutan sungai di Singapura didominasi oleh pandan, aroids dan tanaman pitcher dan pohon rotan . The terancam Griffiths Cryptocoryne ( tanaman air ) adalah salah satu tumbuhan langka yang dapat dilihat di sungai hutan negara . Ada sekitar 30 spesies ikan air tawar lokal serta fauna terancam punah lainnya yang tinggal di hutan sungai Singapura termasuk amfibi langka seperti Toad Empat- bergerigi .

Labyrinthic ikan dan bernapas snakeheads mendominasi sungai kecil karena vegetasi yang membusuk dan kadar oksigen rendah . Forest Betta ( Betta pugnax ) , bernyanyi Gurami ( Trichopsis vittata ) , Two Spot Gurami ( Trichogaster trichopterus ) dan Malayan Climbing Perch ( Anabas testudineus ) dapat ditemukan di sepanjang daerah tersebut. Ada juga spesies cyprinids yang mendiami sungai seperti Chemperas ( Cyclocheilicthys Apogon ) , Bankan Rasbora ( Rasbora bankanensis rnerupakan ) , Einthoven Rasbora ( Rasbora einthovenii ) dan Harlequin Rasbora terkenal ( Rasbora heteromorpha ) .

Anehnya karena tampaknya tapi Singapura meskipun urbanisasi yang cepat mampu menjaga dan melindungi vegetasi dan beragam satwa liar.




Thursday, July 26, 2018



2.4.            PARIWISATA

Berikut merupakan sebagian objek wisata populer di Malaysia.
2.4.1.           Gunung

*      

                                                              Gunung Kinabalu
  1. Bukit Bendera, Pulau Pinang
  2. Cameron Highlands, Pahang
  3. Genting Highlands, Pahang
  4. Gunung Jerai, Kedah
  5. Gunung Kinabalu, Sabah
  6. Gunung Ledang, Johor
  7. Gunung Tahan, Pahang
2.4.2.           Sungai

a)         Air terjun Lata Kinjang, Perak

b)        Air terjun Kota Tinggi, Johor

c)         Air terjun Telaga Tujuh, Kedah,

d)         Negeri Sembila

2.4.3.      Pantai

Batu Feringghi
  1. Batu Ferringghi, Pinang
  2. Pantai Cahaya Bulan, Kelantan
  3. Pantai Cherating, Pahang
  4. Pantai Desaru, Johor
  5. Pantai Merdeka, Kedah
  6. Pantai Morib, Selangor
  7. Pantai Tanjung Aru, Sabah
  8. Pantai Teluk Batik, Perak
  9. Port Dickson, Negeri Sembilan
  10. Rantau Abang, Terengganu
  11. Teluk Danga, Johor

2.4.4.           Pulau


                                                                       Pulau Langkawi
  1. Pulau Kapas, Terengganu
  2. Pulau Langkawi, Kedah
  3. Pulau Pangkor, Perak
  4. Pulau Payar, Kedah
  5. Pulau Pemanggil, Johor
  6. Pulau Perhentian, Terengganu
  7. Pulau Redang, Terengganu
  8. Pulau Sibu, Johor
  9. Pulau Sipadan, Sabah
  10. Pulau Tioman, Pahang

2.4.5.           Lainnya


Menara Petronas KLCC (Kuala Lumpur City Centre)
  1. A Famosa, Melaka
  2. Batu Caves, Selangor
  3. Danau Kenyir, Terengganu
  4. Gedung Sultan Abdul Samad, Kuala Lumpur
  5. Masjid Jamek, Kuala Lumpur
  6. Masjid Negara, Kuala Lumpur
  7. Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur
  8. Menara Kuala Lumpur, Kuala Lumpur
  9. Sumur Hang Tuah, Melaka
  10. Taman Negara Malaysia, Pahang, Kelantan dan Terengganu
  11. Taman Negara Niah, Sarawak
  12. Zoo Negara, Kuala Lumpur

2.5.      INFRASTRUKTUR

Malaysia memiliki jalan-jalan besar yang menghubungkan semua kota besar di pesisir barat Semenanjung Malaysia. Pada 2006, panjang keseluruhan Sistem Jalur Cepat Malaysia adalah 1.471,6 kilometer. Jejaring itu menghubungkan semua kota besar dan sekitarnya: Klang Valley, Johor Bahru, dan Penang satu sama lain. Jalur motor utama (E1 dan E2, E1 adalah bagian Utara Kuala Lumpur, sedangkan E2 adalah bagian selatan), terentang dari ujung utara dan selatan Semenanjung Malaysia, masing-masing di Bukit Kayu Hitam dan Johor Bahru. Jalur itu bagian dari Jaringan Jalur Cepat Asia, yang juga menghubungkan Thailand dan Singapura.
Jalan di Malaysia Timur dan pesisir timur Semenanjung Malaysia relatif kurang terbangun. Semua itu berupa jalan yang sangat berkelok-kelok melewati pegunungan dan belum dilapisi aspal, jalan berkerikil. Akibatnya, sungai masih menjadi jalur transportasi penting, di samping pesawat udara sebagai modus utama atau alternatif transportasi bagi penduduk pedalaman.
Jasa kereta api di Malaysia Barat dioperasikan oleh Keretapi Tanah Melayu dan memiliki rel cukup banyak yang menghubungkan semua kota besar dan kota kecil di semenanjung, yang juga melebar hingga Singapura. Juga ada rel pendek di Sabah yang dioperasikan oleh Sabah State Railway yang utamanya mengangkut komoditas.
Juga ada pelabuhan di negara ini. Pelabuhan besar adalah Port Klang dan Tanjung Pelepas di Johor. Pelabuhan penting lainnya dapat ditemukan di Tanjung Kidurong, Kota Kinabalu, Kuching, Kuantan, Pasir Gudang, Penang, Miri, Sandakan, and Tawau.
Bandar Udara ditemukan di pelosok negara. Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) adalah bandar udara terbesar di negara ini. Bandar udara penting lainnya termasuk Bandar Udara Internasional Kota Kinabalu, Bandar Udara Internasional Penang, Bandar Udara Internasional Kuching, Bandar Udara Internasional Langkawi, dan Bandar Udara Internasional Senai. Juga ada bandar udara di kota-kota kecil, juga pelabuhan udara perintis domestik di kawasan perkotaan Sabah dan Sarawak. Terdapat jasa penerbangan harian Timur dan Barat Malaysia, satu-satunya pilihan yang tepat bagi konsumen perjalanan dari dua belahan negara ini. Malaysia adalah rumah bagi maskapai udara murah di kawasan ini, AirAsia. AirAsia berbasis di Kuala Lumpur dan memelihara penerbangan ke Asia Tenggara dan Cina. Di Kuala Lumpur, AirAsia mengoperasikan Low Cost Carrier Terminal (LCCT) di KLIA.
Jasa telekomunikasi antarkota disediakan di Malaysia Barat terutama oleh riley radio gelombang pendek. Telekomunikasi internasional disediakan melalui kabel bawah laut dan satelit. Salah satu perusahaan telekomunikasi terpenting dan terbesar di Malaysia adalah Telekom Malaysia (TM), yang menyediakan produk-produk dan pelayanan dari sambungan tetap, sambungan bergerak, juga jasa akses Internet dial-up dan broadband. TM memiliki semi-monopoli jasa sambungan telepon tetap di negara ini.
Pada Desember 2004, Menteri Energi, Air, dan Komunikasi Lim Keng Yaik melaporkan bahwa hanya 0,85% atau 218.004 orang di Malaysia menggunakan jasa broadband. Tetapi, angka ini didasarkan pada banyaknya pelanggan, sedangkan satuan persentase rumah tangga mencerminkan situasi lebih akurat. Ini menggambarkan kenaikan 0,45% di tiga triwulan. Dia juga melaporkan bahwa pemerintah menargetkan penggunaan 5% pada 2006 dan berlipat dua menjadi 10% pada 2008. Lim Keng Yaik mendorong perusahaan-perusahaan telekomunikasi lokal dan penyedia jasa untuk membuka mil terakhir dan harga lebih murah agar menguntungkan pengguna.



2.4.      KEBUDAYAAN


Seorang penari mempersembahkan tarian Ulek Mayang, sebuah persembahan tarian dari Terengganu, Malaysia.
Budaya Malaysia merujuk kepada kebudayaan semua masyarakat majemuk yang terdapat di Malaysia dan berbagai suku di sana, seperti:
  1. Kebudayaan Melayu
  2. Kebudayaan Tionghoa
  3. Kebudayaan India
  4. Kebudayaan Kadazan-Dusun
  5.  Kebudayaan Dayak, Iban, Kayan, Kenyah, Murut, Lun Bawang, Kelabit, dan Bidayuh.


Kelompok Etnik DiMalaysia Berdasar Wilayah
Malaysia adalah masyarakat multi-suku, multi-budaya, dan multi-bahasa. Penduduk pada Februari 2007 adalah 26,6 juta terdiri dari 62% Bumiputera (termasuk Melayu), 24% Tionghoa, 8% India, dengan sedikit minoritas dan suku asli (Departemen Statistik Malaysia). Tegangan kesukuan terjadi tahun 2008.


Tarian Zapin
Suku Melayu, kelompok terbesar, didefinisi sebagai Muslim di dalam Konstitusi Malaysia. Suku Melayu memainkan peran dominan secara politis dan digolongkan sebagai salah satu bumiputra. Bahasa aslinya adalah Bahasa Melayu, dan dijadikan bahasa nasional Malaysia.
Di masa silam, Suku Melayu menulis di dalam bahasa Sanskerta atau menggunakan alfabet berbasis bahasa Sanskerta. Setelah abad ke-15, tulisan Jawi (berbasis bahasa Arab) menjadi popular. Tidak lama kemudian, tulisan romawimengambil alih peran Sanskerta dan Jawi sebagai tulisan dominan. Ini umumnya dikarenakan pengaruh sistem pendidikan kolonial, yang mengajari anak-anak tulisan romawi daripada tulisan Arab.
Suku asli non-Melayu terbesar adalah Iban dari Sarawak, yang jumlahnya melebihi 600.000 jiwa. Beberapa Suku Iban masih menetap di perkampungan hutan tradisional di dalam rumah panjang di sepanjang Sungai Rajang dan Lupar dan daerah aliran mereka, kendati banyak dari Suku Iban pindah ke kota. Suku Bidayuh, berjumlah kira-kira 170.000 jiwa, berpusat di barat daya Sarawak. Suku asli terbesar di Sabah adalah Kadazan. Mereka umumnya petani yang menganut Kristen. 140.000 Orang Asli, atau aborigin, terdiri dari sejumlah komunitas suku yang berbeda-beda yang menetap di Malaysia Barat. Biasanya menjadi pemburu, peladang berpindah, dan petani, banyak dari mereka kemudian menetap dan sebagiannya berbaur ke dalam Malaysia modern.
Kaum Tionghoa di Malaysia umumnya menganut Buddha (dari sekte Mahayana) atau juga menganut Tao. Tionghoa di Malaysia mampu berbicara di dalam beberapa dialek bahasa Tionghoa, termasuk Mandarin, Hokkien, Kanton, Hakka, dan Teochew. Majoritas Tionghoa di Malaysia, terkhusus mereka dari kota-kota besar semisal Kuala Lumpur, Petaling Jaya, dan Penang mampu berbahasa Inggris pula. Terdapat pula sejumlah Tionghoa yang semakin bertambah generasi Tionghoa baru yang memandang bahasa Inggris sebagai bahasa ibu mereka. Tionghoa di Malaysia berdasarkan sejarah telah menjadi dominan di dalam komunitas perdagangan Malaysia.


Suku India-Malaysia utamanya Tamil Hindu dari India selatan yang bahasa aslinya adalah bahasa Tamil, juga ada komunitas India yang berbahasa Telugu, Malayalam, dan Hindi, menetap terutama di kota-kota besar di pesisir barat semenanjung. Banyak kalangan India menengah-atas di Malaysia juga berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Sejumlah komunitas Tamil Muslim dengan 200.000 jiwa juga tumbuh sebagai kelompok sub-budaya yang mandiri. Juga terdapat komunitas Tamil Kristen di kota-kota besar. Juga ada komunitas Sikh di Malaysia melebihi 83.000 jiwa. Sebagian besar India-Malaysia mulanya bermigrasi dari India sebagai pedagang, guru, atau tenaga ahli lainnya. Sejumlah besar juga bagian dari kaum migran paksaan dari India oleh pihak Britania semasa zaman kolonial untuk bekerja di industri penanaman.
Orang Eurasia, Kamboja, Vietnam, Thai, Bugis, Jawa, dan suku-suku asli ikut memperkaya keanekaan penduduk Malaysia. Sejumlah kecil orang Eurasia, campuran Portugis dan Melayu, berbahasa kreol berbasis-bahasa Portugis, disebut bahasa Kristang. Juga terdapat orang Eurasia campuran Filipino dan Spanyol, terutama di Sabah. Diturunkan dari kaum imigran dari Filipina, beberapa di antaranya berbahasa Chavacano, satu-satunya bahasa kreol berbasis-bahasa Spanyol di Asia. Orang Kamboja dan Vietnam terutama pemeluk Buddha (Kamboja: sekte Theravada, Vietnamese: sekte Mahayana). Orang Thai-Malaysia adalah kelompok besar di negara-negara bagian Perlis, Kedah, Penang, Perak, Kelantan, dan Terengganu. Di samping berbahasa Thai, sebagian besar mereka menganut Buddha, merayakan Songkran (festival air) dan dapat berbahasa Hokkien tetapi sebagian dari mereka adalah Muslim dan berbahasa Melayu dialek Kelantan. Orang Bugis dan Jawa menjadi bagian penduduk di Johor. Sebagai tambahan, ada juga banyak orang asing dan ekspatriat yang menjadikan Malaysia sebagai rumah kedua mereka, juga berkontribusi menjadi penduduk Malaysia.
Tionghoa dan Islam sangat memengaruhi musik tradisional Malaysia. Musik itu terutama didasarkan pada gendang (drum), tetapi melibatkan alat tabuh lain (beberapa di antaranya bercangkang); rebab, alat berdawai sejenis biola; serunai, alat tiup sejenis oboe dengan dua buluh; suling, dan trompet. Negara ini memiliki tradisi kuat di dalam hal tari dan sendratari, beberapa berasal dari Thai, India, dan Portugis. Baru-baru ini, dikir barat mulai memasyarakat, dan pemerintah mulai mempromosikannya sebagai ikon budaya nasional. Bentuk artistik lainnya juga dipengaruhi oleh tetangganya, Indonesia, termasuk wayang kulit (teater boneka berbayangan), pencak silat (seni beladiri), dan kerajinan seperti batik, anyam-tenun, termasuk pakaian upacara pua kumbu, dan perak dan seni ukir kuningan.

loading...