Showing posts with label MATERI IPS. Show all posts
Showing posts with label MATERI IPS. Show all posts

Wednesday, May 13, 2020




Pada masa kependudukan Jepang di Indonesia. Bangsa Indonesia mengalami sebuah penderitaan dikarenakan adanya kerja paksa atau yang biasa disebut dengan istilah romusha.

PROSES PENGUASAAN INDONESIA

Awal mula kependudukan Jepang di Indonesia, Jepang hanya ingin menguasai Indonesia untuk kepentingan ekonomi dan politik. Jepang merupakan negara maju di bidang perindustrian, oleh karena itu Jepang membutuhkan sumber daya alam sebagai bahan baku dari Industri Jepang. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sumber daya alam sehingga Jepang memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia untuk perindustriannya.
Dalam perjalanannya menguasai Asia. Jepang juga menghadapi persaingan dari bangsa barat. Namun Jepang memiliki ambisi untuk dapat menguasai Asia, sehingga jepang menggalang pasukannya serta mencari dukungan dari bangsa-bangsa Asia, oleh karena itu jepang melakukan propaganda 3 A, yaitu : Nipon pemimpin asia, nippon pelindung asia, dan nippon cahaya asia. Dengan propaganda tersebut awal kedatangan Jepang sangat disambut baik oleh berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia.
Untuk dapat menguasai Asia, peristiwa bersejarah yang pernah dilakukan Jepang adalah melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbour. Sehingga kekuatan Amerika Seringat di Asia Pasifik lumpuh, dengan begitu Jepang dapat masuk ke negara-negara dari berbagai pintu.
Jepang mendarat pertama kali di Indonesia yaitu di Tarakan, Kalimantan Timur pada 11 Januari 1942. Jepang menduduki kota-kota penting di Indonesia , salah satunya kota Balikpapan yang merupakan daerah penghasil minyak.
Berikut merupakan perjalanan Jepang saat menduduki Indonesia

16 Februari 1942
Jepang menguasai Palembang
Setelah menguasai palembang
Jepang melakukan penyerangan terhadap Pulau Jawa
1 Maret 1942
Jepang berhasil menguasai pulau Jawa
8 Maret 1942
Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Jawa barat
Surat perjanjian serah terima kedua belah pihah
Ditandatangani oleh Letjen Ter Poorten (Belanda), dan Letjen Imamura (Jepang)

PROPAGANDA YANG DILAKUAKAN JEPANG UNTUK MENARIK SIMPATIK BANGSA INDONESIA:

1)      Propaganda semboya 3 A
2)      Pengibaran bendera merah putih disamping bendera jepang
3)      Menggunakan bahasa Indonesia
4)      Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya bersama lagu kebangsaan Jepang Kimigayo
Namun dibalik itu semua kependudukuan Jepang sangat kejam terhadap rakyat Indonesian, tenaga rakyat dan sumberdaya alam semua dikerahkan untuk kepentingan Jepang menghadapi perang


Berikut Ini merupakan Organisasi-Organisasi Bentukan Jepang

MEMBENTUK ORGANISASI-ORGANISASI SOSIAL

1)      Gerakan 3 A : Dipimpin oleh Mr Syamsudin
2)      Putera (Pusat tenaga rakyat) : dipimpin oleh empat serangkai (Soekarno, Moh.Hatta, K.H.Mas mansyur, dan Ki Hajar Dewantara)
3)      Jawa Hokokai (Gerakan Kebaktian Jawa) : Berdiri dibawah pengawasan Jepang
4)      Masyumi (Majelis Islam Ala Indonesia) : Dipimpin Oleh K.H Hasyim Ashari dan K.H Mas Mansyur.

PEMBENTUKAN ORGANISASI-ORGANISASI MILITER

1)      Heiho : organisasi prajurit pembantu tentara Jepang
2)      Peta : Pasukan pembela tanah air

PEMBENTUKAN ORGANISASI SEMI MILITER

1)      Seinendan : Barisan pemuda
2)      Fujinkai: Himpunan kaum wanita
3)      Keibodan : Barisan pembantu polisi

Pembentukan organisasi-organisasi tersebut tidak lain diperuntukkan untuk kepentingan Jepang yaitu menghimpun kekuatan rakyat Indonesia untuk membantu Jepang menghadapi perang Asia timur raya, namun bagi bangsa Indonesia pembentukan organisasi tersebut dimanfaatkan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Saturday, April 18, 2020


Pergerakan nasional Indonesia memunculkan organisasi pergerakan yang berkemang dikalangan Hindia Belanda. Organisasi-organisasi tersebut memiliki landasan dan sikap yang berbeda dalam mengambil peran di pergerakan nasional. Secara umum organisasi-organisasi tersebut dapat dibabakan ke dalam beberapa masa berdasarkan corak pergerakannya, sebagai berikut :
·         Masa awal pergerakan nasional (1908 - 1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo (Budi Utomo adalah Organisasi yang memprakarsai Perjuangan secara nasional), Sarekat Islam, dan Indische Partij.
·         Masa radikal/nonkooperasi (1920 - 1930), berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
·         Masa moderat/kooperasi (1930 - 1942), berdiri organisasi seperti Parindra, Partindo, dan Gapi. Di samping itu juga berdiri organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan organisasi perempuan.

Organisasi-oraganisasi Pergerakan Nasional Indonesia

1. Budi Utomo (BU)



Pada awal abad ke-20 sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen) terdapat di Jakarta. Para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan memajukan pendidikan rakyat.

Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lain pendiri Budi Utomo adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo.
Pada mulanya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak dicapai yaitu perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan badan wakaf yang mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak.
Dalam perkembangannya, di tubuh Budi Utomo muncul dua aliran berikut.
·         Pihak kanan, berkehendak supaya keanggotaan dibatasi pada golongan terpelajar saja, tidak bergerak dalam lapangan politik dan hanya membatasi pada pelajaran sekolah saja.
·         Pihak kiri, yang jumlahnya lebih kecil terdiri dari kaum muda berkeinginan ke arah gerakan kebangsaan yang demokratis, lebih memerhatikan nasib rakyat yang menderita.
Adanya dua aliran dalam tubuh Budi Utomo menyebabkan terjadinya perpecahan. Dr. Cipto Mangunkusumo yang mewakili kaum muda keluar dari keanggotaan. Akibatnya gerak Budi Utomo semakin lamban.

Berikut ini ada beberapa faktor yang menyebabkan semakin lambannya Budi Utomo :
1.      Budi Utomo cenderung memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada penduduk umumnya.
2.      Lebih mementingkan pemerintah kolonial Belanda daripada kepentingan rakyat Indonesia.
3.      Menonjolnya kaum priyayi yang lebih mengutamakan jabatan menyebabkan kaum terpelajar tersisih. Ketika meletus Perang Dunia I tahun 1914, Budi Utomo mulai terjun dalam bidang politik.
4.      Pada tahun 1935 Budi Utomo mengadakan fusi ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak itu BU terus mengalami kemerosotan dan mundur dari arena politik.

2. Sarekat Islam (SI)




Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. 

Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak.

Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam). Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam. Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah: 
1.      Perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
2.      Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan kekuatannya
3.      Membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.

Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan anggaran dasarnya adalah:
·         Mengembangkan jiwa berdagang,
·         Memberi bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesukaran,
·         Memajukan pengajaran den semua yang mempercepat naiknya
·         Derajat bumi putera,
·         Menentang pendapat-pendapat yang keliru tentang agama Islam,
·         Tidak bergerak dalam bidang politik, dan
·         Menggalang persatuan umat Islam hingga saling tolong menolong.
Pada tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Idenburg untuk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg pada tanggal 29 Maret 1913, yaitu SI di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto tidak diberi badan hukum.

Ironisnya yang mendapat pengakuan pemerintah colonial Belanda (Gubernur Jenderal Idenburg) justru cabang-cabang SI yang ada di daerah. Ini suatu taktik pemerintah colonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI. Bayangan perpecahan muncul dari pandangan yang berbeda antara H.O.S Cokroaminoto dengan Semaun mengenai kapitalisme. 
Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram. Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota. Setiap anggota SI tidak boleh merangkap sebagai anggota organisasi lain terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yaitu SI Putih dan SI Merah.
·         SI Putih, yang tetap berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta.
·         SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang berpusat di Semarang. Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Kemudian pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Sementara itu, SI Sosialis/Komunis berganti nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).

3. Indische Partij (IP)

                          

Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia.  menunjukkan para pendiri Indische Partij yang terkenal dengan sebutan tiga serangkai E.F.E. Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij dideklarasikan tanggal 25 Desember 1912.

Tujuan Indische Partij sangat jelas, yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan ras.


Pada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. 
Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda). Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah (Indonesia) disuruh merayakan kemerdekaan penjajah. Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda.

4. Perhimpunan Indonesia
   


Pada tahun 1908 di Belanda berdiri sebuah organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Pelopor pembentukan organisasi ini adalah Sutan Kasayangan Soripada dan RM Noto Suroto. Para mahasiswa lain yang terlibat dalam organisasi ini adalah R. Pandji Sosrokartono, Gondowinoto, Notodiningrat, Abdul Rivai, Radjiman Wediodipuro (Wediodiningrat), dan Brentel.
Tujuan dibentuknya Indische Vereeniging adalah  Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Kedatangan tokoh-tokoh Indische Partij seperti Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, sangat mempengaruhi perkembangan Indische Vereeniging. 
Masuk konsep “Hindia Bebas” dari Belanda, dalam pembentukan negara Hindia yang diperintah oleh rakyatnya sendiri. Perasaan anti-kolonialisme semakin menonjol setelah ada seruan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson tentang kebebasan dalam menentukan nasib sendiri pada negara-negara terjajah (The Right of Self Determination).

6. Partai Nasional Indonesia (PNI)


Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. 
Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio politik yang kompleks. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangatuntuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI diketuai oleh Ir Soaekarno. PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut.
1.      Pergerakan yang ada lemah sehingga kurang bisa menggerakkan massa.
2.      PKI sebagai partai massa telah dilarang.
3.      Propagandanya menarik dan mempunyai orator ulung yang bernama Ir. Soekarno (Bung Karno).
4.      Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karno mengeluarkan Trilogi sebagai pegangan perjuangan PNI. Trilogi tersebut mencakup kesadaran nasional, kemauan nasional, dan perbuatan nasional.
Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI menggunakan tiga asas yaitu self help (berjuang dengan usaha sendiri) dan nonmendiancy, sikapnya terhadap pemerintah juga antipati dan nonkooperasi. Dasar perjuangannya adalah marhaenisme.



Tuesday, April 7, 2020


KERAGAMAN LAGU DAERAH INDONESIA

Materi Pertemuan 2        : Keragaman Lagu Daerah Indonesia
Tujuan Pembelajaran        : Mengidentifikasi Keragaman Etnik dan Siswa dapat mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi terkait keragaman etnik di Indonesia

Ø  Siswa akan membaca hand out materi selama 10 menit
Lagu daerah adalah lagu yang berasal dari daerah tertentu dan mencirikan budaya daerah tertentu. lagu daerah umumnya menggunakan bahasa daerah yang mencirikan identitas kedaerahannya. Perhatikan tabel 1 yangberisi beberapa lagu daerah.
    Tabel 1 Beberapa Lagu Daerah di Indonesia
No
Asal Daerah
Nama Lagu Daerah
1
Aceh
Bungong Jeumpa
2
Jawa Barat
Bubuy Bulan
3
Jwa
Jamuran
4
Sulawesi Selatan
Angin Mamiri
5
Papua
Yamko Rambe Yamko
6
DKI Jakarta
Jali-jali
7
Sumatra Barat
Kampuang Nan Jauh di Mato
8
Kalimantan Selatan
Ampar-ampar pisang
9
NTT
Balelebo
10
Maluku
O Ulate
   Sumber : Rizky dan Wisobo (2015)



Gambar 1. Beberapa Lagu daerah di Indonesia                                Sumber: Learniseasy.com

Indonesia memiliki berbagai keragaman lagu daerah, namun saat ini keberadaannya tidak semenggema lagu-lagu pop masa kini. Saat ini lagu daerah mulai tergantikan dengan lagu-lagu pop masa kini, dalam berbagai acara TV sangat jarang yang memutarkan lagu daerah, namun justru begitu sering dipertontonkan dengan berbagai lagu pop masa kini, anak-anak masa kini sebih sering menyanyikan lagu Band-band Internasional daripada lagu daerahnya, banyak  dalam berbagai kesempatan pada lembaga pendidikan pun lagu daerah kurang diperkenalkan, misalnya saja di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, pada saat upacara bendera setiap hari senin yang merupakan sarana untuk menyanyikan lagu wajib dan lagu daerah itu pun tidak dilaksanakan, dan program pemerintah yang setiap sebelum pulang sekolah menyanyikan lagu daerah itu pun tidak terlaksan. Sehingga banyak siswa siswi di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, mereka memiliki wawasan yang kurang terhadap berbagai lagu daerah di propinsi tempat ia tinggal ataupun di propinsi lainnya.

Yang menyebabkan kurangnya wawasan siswa dan siswi SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan terhadap lagu daerah:
1.     Lagu daerah kurang diperkenalkan di berbagai acara, seperti acara upacara bendera, ataupun saat belajar mengajar.
2.    Siswa lebih menyukai lagu-lagu Internasional dari pada lagu daerah
3.    Lagu daerah kurang diperdengarkan diberbagai kesempatan misalnya di acara TV, saat ini siswa lebih mengenal lagu pop.

Terdapat Beberapa Lagu Daerah yang Sudah di Hak Patenkan Malaysia
Tabel 2.  Beberapa Lagu Daerah yang Sudah di Hak Patenkan Malaysia
No
Judul Lagu
Asal Daerah
1
Rasa Sayang-sayange
 Maluku
2
Soleram
Riau
3
Injit-injit Semut
Kalimantan Barat
4
Burung Kakak Tua
Maluku
5
Anak Kambing Saya
Nusa Tenggagra Timur
6
Jali-jali
Jakarta
Sumber: (Kompas. 2009)

Beberapa upaya pemerintah yang dapat dilakukan untuk menjaga dan melestarikan lagu daerah
Ø  Dilakukan melalui mata pelajaran: yaitu memasukkan pengetahuan mengenai lagu daerah melalui mata pelajaran. dan menyanyikan lagu daerah bagi lembaga pendidikan ataupun lembaga lainnya.
Ø  Menyelenggarakan Ekstrakulikuler: misalnya melalui Ekstrakulikuler musik, melalui wadah ekstrakulikuler tersebut anak-anak dapat diajarkan berbagai lagu daerah sehingga mereka akan menjadi pelestari dan memperkenalkan berbagai lagu daerah.
Ø  Pertunjukan : pertunjukan dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan. Melalui pertunjukan lagu daerah dapat kembali membumi. Pertunjukan dapat dilakukan dalam berbagai acara, misalnya upacara sekolah, perpisahan, acara pertandingan olahraga, dll.




 











DAFTAR PUSTAKA
Tim Kompas. 2009. Perlindungan Budaya Indonesia Lemah. [Online]. Tersedia:https://properti.kompas.com/read/2009/08/31/05475977/perlindungan.budaya.indonesia.lemah?page=all. Diakses pada 12 Agustus 2019.
Rizky dan Wisobo. 2015. Mengenal Seni dan Budaya 34 Propinsi di Indonesia. Jakarta Cerdas Interaktif

Learniseasy.2012. 2019 Peta Indonesia Ukuran Besar Terbaru HD 34 Provinsi. Tersedia di:https://learniseasy.com/peta-indonesia/




loading...