Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Saturday, April 18, 2020


Pergerakan nasional Indonesia memunculkan organisasi pergerakan yang berkemang dikalangan Hindia Belanda. Organisasi-organisasi tersebut memiliki landasan dan sikap yang berbeda dalam mengambil peran di pergerakan nasional. Secara umum organisasi-organisasi tersebut dapat dibabakan ke dalam beberapa masa berdasarkan corak pergerakannya, sebagai berikut :
·         Masa awal pergerakan nasional (1908 - 1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo (Budi Utomo adalah Organisasi yang memprakarsai Perjuangan secara nasional), Sarekat Islam, dan Indische Partij.
·         Masa radikal/nonkooperasi (1920 - 1930), berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
·         Masa moderat/kooperasi (1930 - 1942), berdiri organisasi seperti Parindra, Partindo, dan Gapi. Di samping itu juga berdiri organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan organisasi perempuan.

Organisasi-oraganisasi Pergerakan Nasional Indonesia

1. Budi Utomo (BU)



Pada awal abad ke-20 sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen) terdapat di Jakarta. Para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan memajukan pendidikan rakyat.

Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lain pendiri Budi Utomo adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo.
Pada mulanya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak dicapai yaitu perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan badan wakaf yang mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak.
Dalam perkembangannya, di tubuh Budi Utomo muncul dua aliran berikut.
·         Pihak kanan, berkehendak supaya keanggotaan dibatasi pada golongan terpelajar saja, tidak bergerak dalam lapangan politik dan hanya membatasi pada pelajaran sekolah saja.
·         Pihak kiri, yang jumlahnya lebih kecil terdiri dari kaum muda berkeinginan ke arah gerakan kebangsaan yang demokratis, lebih memerhatikan nasib rakyat yang menderita.
Adanya dua aliran dalam tubuh Budi Utomo menyebabkan terjadinya perpecahan. Dr. Cipto Mangunkusumo yang mewakili kaum muda keluar dari keanggotaan. Akibatnya gerak Budi Utomo semakin lamban.

Berikut ini ada beberapa faktor yang menyebabkan semakin lambannya Budi Utomo :
1.      Budi Utomo cenderung memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada penduduk umumnya.
2.      Lebih mementingkan pemerintah kolonial Belanda daripada kepentingan rakyat Indonesia.
3.      Menonjolnya kaum priyayi yang lebih mengutamakan jabatan menyebabkan kaum terpelajar tersisih. Ketika meletus Perang Dunia I tahun 1914, Budi Utomo mulai terjun dalam bidang politik.
4.      Pada tahun 1935 Budi Utomo mengadakan fusi ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak itu BU terus mengalami kemerosotan dan mundur dari arena politik.

2. Sarekat Islam (SI)




Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. 

Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak.

Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam). Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam. Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah: 
1.      Perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
2.      Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan kekuatannya
3.      Membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.

Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan anggaran dasarnya adalah:
·         Mengembangkan jiwa berdagang,
·         Memberi bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesukaran,
·         Memajukan pengajaran den semua yang mempercepat naiknya
·         Derajat bumi putera,
·         Menentang pendapat-pendapat yang keliru tentang agama Islam,
·         Tidak bergerak dalam bidang politik, dan
·         Menggalang persatuan umat Islam hingga saling tolong menolong.
Pada tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Idenburg untuk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg pada tanggal 29 Maret 1913, yaitu SI di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto tidak diberi badan hukum.

Ironisnya yang mendapat pengakuan pemerintah colonial Belanda (Gubernur Jenderal Idenburg) justru cabang-cabang SI yang ada di daerah. Ini suatu taktik pemerintah colonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI. Bayangan perpecahan muncul dari pandangan yang berbeda antara H.O.S Cokroaminoto dengan Semaun mengenai kapitalisme. 
Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram. Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota. Setiap anggota SI tidak boleh merangkap sebagai anggota organisasi lain terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yaitu SI Putih dan SI Merah.
·         SI Putih, yang tetap berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta.
·         SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang berpusat di Semarang. Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Kemudian pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Sementara itu, SI Sosialis/Komunis berganti nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).

3. Indische Partij (IP)

                          

Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia.  menunjukkan para pendiri Indische Partij yang terkenal dengan sebutan tiga serangkai E.F.E. Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij dideklarasikan tanggal 25 Desember 1912.

Tujuan Indische Partij sangat jelas, yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan ras.


Pada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. 
Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda). Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah (Indonesia) disuruh merayakan kemerdekaan penjajah. Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda.

4. Perhimpunan Indonesia
   


Pada tahun 1908 di Belanda berdiri sebuah organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Pelopor pembentukan organisasi ini adalah Sutan Kasayangan Soripada dan RM Noto Suroto. Para mahasiswa lain yang terlibat dalam organisasi ini adalah R. Pandji Sosrokartono, Gondowinoto, Notodiningrat, Abdul Rivai, Radjiman Wediodipuro (Wediodiningrat), dan Brentel.
Tujuan dibentuknya Indische Vereeniging adalah  Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Kedatangan tokoh-tokoh Indische Partij seperti Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, sangat mempengaruhi perkembangan Indische Vereeniging. 
Masuk konsep “Hindia Bebas” dari Belanda, dalam pembentukan negara Hindia yang diperintah oleh rakyatnya sendiri. Perasaan anti-kolonialisme semakin menonjol setelah ada seruan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson tentang kebebasan dalam menentukan nasib sendiri pada negara-negara terjajah (The Right of Self Determination).

6. Partai Nasional Indonesia (PNI)


Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. 
Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio politik yang kompleks. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangatuntuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI diketuai oleh Ir Soaekarno. PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut.
1.      Pergerakan yang ada lemah sehingga kurang bisa menggerakkan massa.
2.      PKI sebagai partai massa telah dilarang.
3.      Propagandanya menarik dan mempunyai orator ulung yang bernama Ir. Soekarno (Bung Karno).
4.      Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karno mengeluarkan Trilogi sebagai pegangan perjuangan PNI. Trilogi tersebut mencakup kesadaran nasional, kemauan nasional, dan perbuatan nasional.
Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI menggunakan tiga asas yaitu self help (berjuang dengan usaha sendiri) dan nonmendiancy, sikapnya terhadap pemerintah juga antipati dan nonkooperasi. Dasar perjuangannya adalah marhaenisme.



Friday, September 29, 2017




  1.           Belanda pertama kali mendarat di indonesia dipimpin oleh? Cornelis de houtman
    2.      Belanda pertama kali mendarat di indonesia tepatnya di banten pada tahun? 22 juni 1596
    3.      Apa tujuan didirikannya VOC? Untuk mengisi kas belanda yang kosong

    4.      Gubernur jedral VOC yang pertama dan ke-2?  1. Pieter Both. 2. Jan pieterzoon coen
    5.      Kapan didirikannya VOC? 20 Maret 1602
    6.      Apa kepanjangan VOC? Vereenigde Oostindiche Compagnie
    7.      Sebutkan hak monopoli VOC?
    -          Membuat perjanjian dengan raja-raja
    -          Menyatakan perang dan mengadakan perdamaian
    -          Membuat senjata dan mendirikan benteng
    -          Mencetak uang
    -          Mengangkat dan memberhentikan pegawai
    8.      Pada masa pemerintahan siapakah Pusat VOC dipindahkan dari ambon ke jayakarta?
    Jan pieterszoon coen (31 mei 1619)
    9.      Pada masa pemerintahan siapakah Nama jayakarta dirubah menjadi batavia?
    Jan pieterszoon coen
    10.  Alasan pemindahan kantor VOC Ke Jayakarta? Letak jayakarta lebih strategis bagi pelayaran perdagangan, selain itu jayakarta lebih dekat dengan tanjung harapan.
    11.  Alasan VOC dibubarkan? Karena VOC memiliki banyak hutang dan pegawainya banyak yang korupsi
    12.  Kapan VOC dibubarkan? 31 desember 1799
    13.  Kaisar prancis yang berhasil menaklukan belanda di Indonesia? Nepoleon Bonaparte (abad ke-18)

    14.  Siapakah yang diangkat oleh Nepoleon Bonaparte sebagai gubernur jendral belanda di Indonesia? Herman Willem Daendels
    15.  Apa tujuan diangkatnya  Herman Willem Daendels sebagai gubernur jendral di indonesia?
    Mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan dari inggris
    16.  Jaran raya yang dibuat pada masa pemerintahan Daendels? Jaran raya Anyer-panurukan
    17.  Apa tujuan dibuatnya jalan raya Anyer-panurukan?
    Untuk memperkuat pertahanan di pulau jawa dan mempercepat pergerakan pasukan belanda bila terjadi peperangan.
    18.  Siapah pengganti daendels? Jensen
    19.  Apakah nama kerja paksa pada masa belanda? Rodi
    20.  Siapakah pencetus sistem tanam paksa? Johannes Van Den Bosch
    21.  Tanam paksa disebut juga? Cultuurstelsel
    22.  Apasajakah tanaman yang ditanam pada masa tanam paksa? Teh, kopi, tembakau, tebu,
    23.  Sebutkan aturan dalam tanam paksa?
    -          1/5 tanah penduduk diwajibkan untuk ditanami tanaman yg laku di pasaran eropa
    -          Tanah yg dipakai untuk tanaman wajib dibebaskandari pajak tanah
    -          Hasil tanaman wajib diserahkanpada pemerintah hindia belanda
    -          Kerusakan yg tidak dpt dicegah petani menjadi tanggungan pemerintah
    -          Pekerjaan yg dilakukan untuk menanam tanaman wajib tidak boleh melebihi pekerjaan yg diperlukan saat menanam padi
    -          Yg bukan petani harus bekerja 66 hari setahun bagi pemerintah belanda
    24.  Siapakah penentang tanam  paksa? Dowes Dakker (Multatuli)
    25.  Dowes dekker mengecam tanam paksa dalam bukunya yg berjudul? MAX Havelaar.
loading...